AKM BIO SMT 2 2025

Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

Lalu

Administrator
Anggota Staf
Super Admin
Guru
Reputation: 100%
Daftar
20 May 2020
Pesan
505
Solusi
182
Skor reaksi
262
Poin
813
Bacalah artikel berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!

Gigantisme dan Akromegali Gigantisme dan akromegali merupakan dua kondisi yang sama-sama disebabkan oleh hipersekresi hormon pertumbuhan. Gigantisme terjadi ketika hipersekresi hormon pertumbuhan saat masa kanak-kanak. Sementara itu, akromegali terjadi ketika hipersekresi hormon pertumbuhan saat usia 20–40 tahun. Perbedaan antara kedua jenis kelainan tersebut dijelaskan sebagai berikut.
  1. Waktu Perkembangan Penyakit Gigantisme mulai berkembang saat masa kanak-kanak. Sementara itu, akromegali berkembang saat dewasa awal hingga dewasa akhir.
  2. Tinggi Badan Penderita gigantisme mempunyai tinggi badan yang bertambah secara terus-menerus karena dimulai saat masa pertumbuhan. Sementara itu, penderita akromegali tidak mengalami peningkatan tinggi badan secara signiƩkan karena kondisi tersebut dimulai saat masa dewasa.
  3. Fitur Wajah Rahang dan dahi penderita gigantisme terlihat menonjol. Sementara itu, penderita akromegali mempunyai rahang yang menonjol keluar, ukuran dan bentuk lidahnya dapat berubah, serta bibir menebal.
  4. Pubertas Gigantisme berkembang sebelum masa pubertas sehingga menyebabkan tertundanya masa pubertas. Sementara itu, akromegali berkembang setelah masa pubertas.
  5. Perkembangan Organ Reproduksi Penderita gigantisme dapat mengalami gangguan perkembangan organ reproduksi. Sementara itu, organ reproduksi pada penderita akromegali sudah berkembang.
  6. Penyebab Penyebab gigantisme adalah tumor hipoƩsis nonkanker, neuroFIromatosis, kompleks Carney, sindrom McCune-Albright, dan neoplasia endokrin tertentu. Sementara itu, penyebab akromegali adalah tumor hipoƩsis nonkanker atau bagian lain dari otak.
  7. Gejala Anak yang menderita gigantisme mengalami pertumbuhan berlebih dibandingkan anak lain seusianya. Gejala lainnya, yaitu penglihatan kabur, produksi keringat meningkat, serta tangan dan kaki besar. Sementara itu, gejala awal akromegali ditandai dengan pembengkakan kaki dan tangan, rahang menonjol, lidah berubah bentuk dan ukuran, serta terjadi peningkatan produksi keringat.
  8. Cara Pengobatan Gigantisme dapat diobati dengan pemberian obat-obatan yang dapat menekan produksi hormon pertumbuhan. Sementara itu, operasi pengangkatan tumor dan terapi radiasi merupakan pengobatan yang efektif bagi penderita akromegali.
Sumber: Buku Kumer Biologi Kelas 11, 2023, Intan Pariwara
 
Konten blok tersembunyi ini hanya dapat dilihat oleh anggota: VIP
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
Similar content Most view View more

Anggota online

Tak ada anggota yang online sekarang.
Back
Top Bottom