Bagian jantung yang berperan dalam mengatur irama jantung adalah
nodus sinoatrial (SA node). Nodus SA node terletak di bagian atas serambi kanan jantung. Nodus SA node menghasilkan impuls listrik yang kemudian menyebar ke seluruh jantung, sehingga menyebabkan otot jantung berkontraksi dan memompa darah.
Nodus SA node disebut juga sebagai "pemandu irama jantung" karena menghasilkan impuls listrik secara teratur. Impuls listrik ini kemudian menyebar ke nodus atrioventrikuler (AV node), yang terletak di antara serambi dan ventrikel jantung. Nodus AV node memperlambat impuls listrik agar serambi dan ventrikel memiliki waktu untuk berkontraksi secara bersamaan.
Dari nodus AV node, impuls listrik menyebar ke berkas His dan serabut Purkinje, yang terletak di ventrikel jantung. Berkas His dan serabut Purkinje mempercepat impuls listrik agar ventrikel berkontraksi dengan kuat.
Gangguan pada nodus SA node atau bagian jantung lainnya yang berperan dalam mengatur irama jantung dapat menyebabkan aritmia atau gangguan irama jantung. Aritmia dapat berupa detak jantung terlalu cepat (takikardia), detak jantung terlalu lambat (bradikardi), atau detak jantung tidak teratur (aritmia).
Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung:
- Penyakit jantung koroner
- Gagal jantung
- Hipertensi
- Diabetes
- Kelainan jantung bawaan
- Kelainan katup jantung
- Infeksi jantung
- Obat-obatan tertentu
- Alkohol
- Kafein
- Stres
Untuk mencegah gangguan irama jantung, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
- Menjaga pola makan sehat
- Berolahraga secara teratur
- Menjaga berat badan ideal
- Menghindari stres
- Tidak merokok
- Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang wajar