Uraian Capaian Pembelajaran anak usia dini, yang disebut juga Fase Fondasi, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025:
A. Rasional
Capaian Pembelajaran (CP) PAUD ini dirancang dengan beberapa pertimbangan:
- Landasan Karakter dan Kompetensi
CP PAUD mencerminkan nilai karakter dari 8 dimensi profil lulusan dan kompetensi Standar Kompetensi Lulusan Anak Usia Dini (STPPA), yang menjadi fondasi untuk kemampuan lebih kompleks di jenjang selanjutnya. CP ini fleksibel agar satuan PAUD dapat merancang tujuan pembelajaran sesuai visi, misi, dan kondisi lokal.
- Pendekatan Konstruktivistik
CP dirumuskan sebagai nilai dan kompetensi yang dicapai pada akhir partisipasi murid di PAUD, tanpa batasan usia tertentu. Pendekatan ini mengakui murid aktif mengonstruksi pengetahuannya sendiri, dengan laju perkembangan yang beragam berdasarkan pengalaman, latar belakang, dan lingkungan.
- Transisi PAUD ke SD
CP PAUD mempertimbangkan kemampuan fondasi yang mempermudah transisi murid ke jenjang SD. Kemampuan fondasi tersebut meliputi:
- Mengenal nilai agama dan budi pekerti.
- Kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar.
- Keterampilan sosial dan bahasa yang memadai untuk interaksi sehat.
- Pemaknaan terhadap belajar yang positif.
- Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk partisipasi mandiri.
- Kematangan kognitif untuk kegiatan belajar, termasuk dasar literasi dan numerasi.
Kemampuan fondasional ini dibangun bertahap mulai dari fase fondasi di PAUD hingga akhir fase A di SD, dengan mengakui keragaman perkembangan anak usia 0-8 tahun. Penyusunan ini juga bertujuan menghilangkan miskonsepsi bahwa calistung (membaca-menulis-berhitung) adalah satu-satunya bukti keberhasilan belajar anak usia dini, melainkan literasi yang lebih luas, serta kemampuan mengelola emosi, kemandirian, pengambilan keputusan, dan pemaknaan belajar yang positif.
- Advokasi Pembelajaran di PAUD
CP ini mengadvokasi bahwa di PAUD terjadi proses pembelajaran yang penting karena perkembangan otak usia dini sangat pesat. Kurikulum PAUD menekankan bahwa "bermain adalah belajar," yang menumbuhkan motivasi intrinsik dan semangat adaptasi. Hal ini juga membantu mengedukasi masyarakat tentang manfaat PAUD, terutama untuk penerapan 1 tahun wajib belajar pra-sekolah.
Pertimbangan Konseptual dalam Perumusan Kurikulum PAUDCP PAUD menyajikan kemampuan yang perlu dibangun berdasarkan elemen-elemen domain yang membentuk kemampuan penting anak usia dini, mencakup: (1) nilai agama dan akhlak mulia, (2) nilai Pancasila, (3) fisik motorik, (4) kognitif, (5) bahasa, dan (6) sosial emosional.
Elemen-elemen Capaian Pembelajaran Fase Fondasi:CP Fase Fondasi terdiri dari tiga elemen yang saling terkait:
- Nilai Agama dan Budi Pekerti
- Nilai Agama: Murid mengenal konsep hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa dan mulai mempraktikkan ajaran pokok agama/kepercayaannya.
- Budi Pekerti: Murid menunjukkan karakter dan perilaku akhlak mulia seperti kasih sayang, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, serta menghargai sesama dan lingkungan sebagai ciptaan Tuhan.
- Rasa Syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Kesehatan: Murid menghargai diri dengan menjaga diri, kebersihan, dan kesehatan.
- Jati Diri
- Identitas Diri: Murid mengenali diri (gender, agama, sosial budaya) dan menyadari dirinya sebagai bagian dari keluarga, negara, dan dunia.
- Sosial Emosional: Murid memiliki kematangan emosi dan sosial untuk berkegiatan di lingkungan belajar.
- Fisik Motorik: Murid memiliki kemampuan motorik kasar, halus, dan taktil yang mendukung kemudahan dan kemandirian dalam berkegiatan sehari-hari, termasuk merawat diri.
- Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni (STEMS)
- Literasi: Murid memiliki kemampuan dasar berkomunikasi lisan dan/atau tertulis melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Ini mencakup kemampuan bertutur, pengetahuan latar, kosakata, kesadaran teks, kesadaran fonemik dan keaksaraan, menyimak, memahami pesan sederhana, dan mengekspresikan gagasan/pertanyaan untuk komunikasi dan kerjasama.
- Matematika: Murid memiliki kemampuan menyatakan hubungan antar bilangan (kesadaran bilangan), mengidentifikasi pola, dan mengenali bentuk serta karakteristik benda di sekitar.
- Sains: Murid memiliki pemahaman awal tentang lingkungan sekitar dan fenomena alam, serta pengenalan strategi pemecahan masalah sehari-hari.
- Teknologi: Murid memiliki kemampuan awal untuk mengenali bentuk dan fungsi benda buatan manusia, serta memahami penggunaannya secara aman dan bertanggung jawab.
- Rekayasa: Murid memiliki kemampuan merencanakan dan merancang sesuatu untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
- B]Seni:[/B] Murid mengeksplorasi berbagai proses seni, mengekspresikannya, serta mengapresiasi karya seni untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas.
B. Tujuan
Tujuan Capaian Pembelajaran pada Kurikulum PAUD (Fase Fondasi) adalah untuk membangun kemampuan fondasional dengan memperhatikan kesejahteraan (
well-being) murid, yang mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial emosional yang sehat. Capaian pembelajaran ini menjadi rujukan bagi satuan pendidikan dalam merancang pembelajaran yang membangun nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan fondasi yang dibutuhkan anak usia dini sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, serta sebagai pelajar sepanjang hayat.