Mengapa orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki kadar oksigen lebih rendah?

Jawaban diverifikasi ahli
Orang yang tinggal di dataran tinggi (gunung) biasanya memiliki kadar oksigen dalam darah yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tinggal di dataran rendah (pantai). Hal ini terjadi karena berbagai alasan yang berkaitan dengan tekanan udara dan kandungan oksigen di ketinggian:
  1. Tekanan Atmosfer: Di dataran tinggi, tekanan atmosfer lebih rendah dibandingkan dengan di dataran rendah. Oksigen, seperti semua gas lainnya, tunduk pada hukum-hukum fisika tentang tekanan dan volume. Pada ketinggian yang lebih tinggi, molekul-molekul udara (termasuk oksigen) lebih jarang, sehingga konsentrasi oksigen dalam udara yang kita hirup turun.
  2. Konsentrasi Oksigen: Walaupun oksigen membentuk sekitar 21% dari atmosfer di semua...
Orang yang tinggal di dataran tinggi (gunung) biasanya memiliki kadar oksigen dalam darah yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tinggal di dataran rendah (pantai). Hal ini terjadi karena berbagai alasan yang berkaitan dengan tekanan udara dan kandungan oksigen di ketinggian:
  1. Tekanan Atmosfer: Di dataran tinggi, tekanan atmosfer lebih rendah dibandingkan dengan di dataran rendah. Oksigen, seperti semua gas lainnya, tunduk pada hukum-hukum fisika tentang tekanan dan volume. Pada ketinggian yang lebih tinggi, molekul-molekul udara (termasuk oksigen) lebih jarang, sehingga konsentrasi oksigen dalam udara yang kita hirup turun.
  2. Konsentrasi Oksigen: Walaupun oksigen membentuk sekitar 21% dari atmosfer di semua ketinggian, jumlah molekul oksigen absolut per volume udara berkurang di ketinggian yang lebih tinggi. Dengan kata lain, setiap napas yang diambil di dataran tinggi mengandung lebih sedikit molekul oksigen dibandingkan di dataran rendah.
  3. Adaptasi Fisiologis: Tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Orang yang lahir dan tinggal di ketinggian tinggi selama jangka waktu yang lama cenderung mengembangkan mekanisme adaptasi, seperti meningkatnya jumlah sel darah merah (yang membawa oksigen) dan perubahan dalam struktur kapiler dan alveoli paru-paru. Namun, meski dengan adaptasi ini, kadar oksigen dalam darah tetap mungkin lebih rendah dibandingkan dengan seseorang yang tinggal di dataran rendah.
  4. Difusi: Karena tekanan udara lebih rendah di dataran tinggi, tekanan parsial oksigen (PO2) juga lebih rendah. Hal ini mempengaruhi gradien tekanan antara udara di alveoli paru-paru dan darah, yang pada gilirannya mempengaruhi seberapa efisien oksigen dapat berdifusi dari paru-paru ke darah.
Oleh karena itu, saat orang dari dataran rendah pertama kali datang ke dataran tinggi, mereka mungkin merasa sesak napas atau mengalami gejala-gejala lain dari "sakit ketinggian" (acute mountain sickness, AMS) sampai tubuh mereka beradaptasi dengan kondisi baru. Adaptasi ini dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada ketinggian dan kondisi individu tersebut.
 
Jawaban diverifikasi ahli
Back
Top Bottom