Olahraga Tak Menjamin Usia Lebih Panjang, Justru Sebaliknya

Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi melakukannya lebih banyak tidak akan memperpanjang usia Anda. Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya: dalam sebuah penelitian, orang yang menjalani hidup kurang gerak (sedenter) atau yang berolahraga ringan mengalami penurunan risiko kematian sebesar 7 persen, sementara mereka yang berolahraga berat tidak terbukti hidup lebih lama.

Para peneliti di Universitas Jyväskylä, Finlandia, mengevaluasi angka harapan hidup dan tingkat aktivitas dari 22.750 orang kembar yang lahir sebelum tahun 1958. Para partisipan kembar ini dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat aktivitas mereka: sedenter, cukup aktif, aktif, dan sangat aktif.

Setelah mengamati kelompok-kelompok ini selama 30 tahun, para peneliti menemukan bahwa kelompok sedenter dan cukup aktif mengalami sedikit penurunan risiko kematian sebesar 7 persen. Namun, manfaat ini tidak ditemukan pada kelompok yang aktif dan sangat aktif. Manfaat tersebut juga hanya bersifat sementara dan menghilang dalam jangka panjang.

Rekomendasi tingkat olahraga dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga ditemukan tidak memengaruhi tingkat harapan hidup. WHO menyarankan 150-300 menit olahraga intensitas sedang atau 75-150 menit olahraga berat setiap minggu, tetapi partisipan yang memenuhi rekomendasi tersebut tidak hidup lebih lama.

Faktor genetika juga tidak berpengaruh. Dalam penelitian ini, lazim ditemukan salah satu dari pasangan kembar berada di kelompok sangat aktif, sementara yang lainnya menjalani hidup kurang gerak. Meskipun keduanya memiliki profil genetik yang sama-sama meningkatkan risiko penyakit jantung, olahraga ternyata tidak memberikan efek perlindungan terhadap risiko tersebut.

Meskipun begitu, olahraga memang memengaruhi penuaan biologis, setidaknya sampai batas tertentu. Para peneliti menemukan adanya manfaat berbentuk kurva U, di mana tidak berolahraga sama sekali atau berolahraga dengan sangat aktif justru berdampak negatif pada usia biologis. Namun, bahkan dalam kasus ini, para peneliti menduga bahwa penyebab utamanya adalah kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, yang lebih banyak ditemukan pada mereka yang jarang berolahraga.

Sumber: Eur J Epidemiol, 2025;40(1):107-122
 
Similar content Most view View more

Anggota online

Tak ada anggota yang online sekarang.
Back
Top Bottom