- Daftar
- 29 Feb 2024
- Pesan
- 3
1. Tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangan karena dipengaruhi oleh faktor internal seperti gen dan hormon, serta faktor eksternal seperti nutrisi, cahaya matahari, air, suhu, dan kondisi tanah. Gen menentukan sifat dan kemampuan metabolisme tanaman, hormon mengatur proses pertumbuhan, dan faktor lingkungan menyediakan kebutuhan dasar seperti energi dan zat hara untuk fotosintesis dan metabolisme.
2. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung terbagi menjadi tiga tahap utama: fase perkecambahan, fase pertumbuhan vegetatif, dan fase reproduktif. Pada fase perkecambahan, biji jagung menyerap air (imbibisi) hingga membengkak dan mulai tumbuh. Fase vegetatif dimulai saat daun pertama muncul hingga sebelum bunga betina keluar, ditandai dengan pembentukan daun. Fase reproduktif berlangsung dari keluarnya bunga betina hingga tanaman mencapai kematangan fisiologis.
3. Perkecambahan pada tanaman jagung terjadi melalui proses imbibisi, yaitu penyerapan air oleh biji yang menyebabkan biji membengkak dan meningkatkan aktivitas enzim serta respirasi. Cadangan makanan dalam biji diuraikan menjadi zat yang dapat digunakan oleh embrio untuk tumbuh. Radikula (akar primer) muncul menembus kulit biji, diikuti oleh pertumbuhan koleoriza dan plumule yang didorong ke atas oleh mesokotil hingga muncul ke permukaan tanah. Jenis perkecambahan pada jagung adalah perkecambahan hipogeal, di mana kotiledon tetap berada di bawah tanah dan plumule muncul ke permukaan.
2. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung terbagi menjadi tiga tahap utama: fase perkecambahan, fase pertumbuhan vegetatif, dan fase reproduktif. Pada fase perkecambahan, biji jagung menyerap air (imbibisi) hingga membengkak dan mulai tumbuh. Fase vegetatif dimulai saat daun pertama muncul hingga sebelum bunga betina keluar, ditandai dengan pembentukan daun. Fase reproduktif berlangsung dari keluarnya bunga betina hingga tanaman mencapai kematangan fisiologis.
3. Perkecambahan pada tanaman jagung terjadi melalui proses imbibisi, yaitu penyerapan air oleh biji yang menyebabkan biji membengkak dan meningkatkan aktivitas enzim serta respirasi. Cadangan makanan dalam biji diuraikan menjadi zat yang dapat digunakan oleh embrio untuk tumbuh. Radikula (akar primer) muncul menembus kulit biji, diikuti oleh pertumbuhan koleoriza dan plumule yang didorong ke atas oleh mesokotil hingga muncul ke permukaan tanah. Jenis perkecambahan pada jagung adalah perkecambahan hipogeal, di mana kotiledon tetap berada di bawah tanah dan plumule muncul ke permukaan.