- Daftar
- 14 Feb 2023
- Pesan
- 136
1. Prinsip kimia hijau menekankan pentingnya merancang produk kimia yang mudah terdegradasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Prinsip kimia hijau ini bertujuan . . . .
a. meningkatkan daya tahan produk terhadap kerusakan
b. menghasilkan produk yang lebih menarik bagi konsumen
c. meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi
d. mengurangi biaya produksi dengan menggunakan bahan murah
e. mengurangi jumlah produk kimia yang tidak dapat terurai dan mencemari lingkungan
2. Prinsip kimia hijau yang diterapkan dalam penggunaan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) untuk ekstraksi komponen aktif dari kulit buah manggis adalah . . . .
a. menggunakan katalis
b. memaksimalkan ekonomi atom
c. meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
d. menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang aman
e. menganalisis secara langsung untuk pencegahan polusi
3. Tembaga dapat diekstraksi melalui dua metode sesuai persamaan reaksi berikut.
1) 2CuO + C → 2Cu + CO2
2) CuS + O2 → Cu + SO2
Penjelasan yang tepat mengenai kedua reaksi tersebut adalah . . . .
(Ar: Cu = 63,5, C = 12, O = 16, dan S = 32)
a. Nilai ekonomi atom reaksi 1) sama dengan nilai ekonomi atom reaksi 2).
b. Nilai ekonomi atom reaksi 2) lebih tinggi daripada nilai ekonomi atom reaksi 1).
c. Reaksi tembaga(II) oksida dengan karbon mempunyai nilai ekonomi atom sebesar 49,80%.
d. Reaksi tembaga(II) sulfida dengan oksigen mempunyai nilai ekonomi atom sebesar 74,27%.
e. Ekstraksi tembaga melalui reaksi 1) menunjukkan efisiensi ekonomi atom yang lebih tinggi daripada reaksi 2).
4. Perhatikan gambar berikut!

Prinsip kimia hijau yang diterapkan dalam pembuatan produk pada gambar tersebut adalah . . . .
a. mencegah terbentuknya limbah
b. menggunakan bahan baku terbarukan
c. meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
d. menghindari derivatisasi dalam reaksi kimia
e. menganalisis secara langsung untuk pencegahan polusi
5. Pelarut yang harus dipilih dalam suatu reaksi sesuai dengan prinsip kimia hijau adalah . . . .
a. pelarut ionik yang memiliki viskositas tinggi
b. pelarut berbasis air yang dapat menyebabkan korosi
c. pelarut dengan titik didih rendah yang mudah menguap
d. pelarut superkritik yang mengurangi limbah dan memungkinkan daur ulang
e. pelarut berbahan dasar alami yang memerlukan banyak energi untuk proses produksinya
6. Pencegahan terbentuknya limbah merupakan salah satu prinsip kimia hijau. Tindakan berikut yang merupakan penerapan dari prinsip
tersebut adalah . . . .
a. membuat biopestisida untuk membasmi organisme pangganggu tanaman
b. memanfaatkan pati umbi talas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol
c. memanfaatkan bulu ayam sebagai bahan pembuatan cip komputer
d. menggunakan bioreduktor dalam sintesis nanopartikel
e. menggunakan baterai isi ulang (rechargeable battery)
7. Perhatikan beberapa tindakan berikut!
1) Membuat pipa paralon bebas timbal.
2) Membuat biodiesel dari minyak jelantah.
3) Menggunakan pupuk anorganik secara terus-menerus.
4) Membuat plastik dari bahan dasar minyak bumi.
Tindakan yang mendukung upaya penerapan prinsip kimia hijau ditunjukkan oleh angka . . . .
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 2) dan 3)
d. 2) dan 4)
e. 3) dan 4)
8. Berdasarkan prinsip kimia hijau, tujuan memilih mekanisme reaksi yang membutuhkan energi paling kecil dalam pengembangan proses kimia
berkelanjutan adalah . . . .
a. untuk meningkatkan hasil reaksi
b. agar reaksi berlangsung lebih lambat
c. agar produk akhir lebih mudah dipisahkah
d. agar dapat menggunakan lebih banyak pelarut
e. untuk mengurangi dampak lingkungan dan biaya energi
9. Salah satu manfaat penerapan prinsip kimia hijau kesebelas dalam proses industri adalah . . . .
a. menggunakan bahan baku secara lebih efisien
b. meningkatkan kecepatan reaksi kimia dan hasil produksi
c. memperbanyak hasil samping dari reaksi kimia yang berlangsung
d. memaksimalkan penggunaan energi dalam proses analisis reaksi kimia
e. mengurangi pembentukan dan pelepasan zat berbahaya yang mencemari lingkungan
10. Tindakan berikut yang sesuai dengan prinsip kimia hijau adalah . . . .
a. meneliti dan membandingkan dampak bagi lingkungan dari berbagai bahan baku sebelum digunakan dalam reaksi
b. menggunakan produk kimia tanpa memperhatikan cara pembuatannya
c. memilih bahan baku yang lebih murah tanpa memikirkan dampaknya
d. mengabaikan aturan keselamatan saat membuat produk baru
e. menggunakan bahan kimia berkualitas tinggi
Kunci Jawaban
a. meningkatkan daya tahan produk terhadap kerusakan
b. menghasilkan produk yang lebih menarik bagi konsumen
c. meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi
d. mengurangi biaya produksi dengan menggunakan bahan murah
e. mengurangi jumlah produk kimia yang tidak dapat terurai dan mencemari lingkungan
2. Prinsip kimia hijau yang diterapkan dalam penggunaan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) untuk ekstraksi komponen aktif dari kulit buah manggis adalah . . . .
a. menggunakan katalis
b. memaksimalkan ekonomi atom
c. meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
d. menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang aman
e. menganalisis secara langsung untuk pencegahan polusi
3. Tembaga dapat diekstraksi melalui dua metode sesuai persamaan reaksi berikut.
1) 2CuO + C → 2Cu + CO2
2) CuS + O2 → Cu + SO2
Penjelasan yang tepat mengenai kedua reaksi tersebut adalah . . . .
(Ar: Cu = 63,5, C = 12, O = 16, dan S = 32)
a. Nilai ekonomi atom reaksi 1) sama dengan nilai ekonomi atom reaksi 2).
b. Nilai ekonomi atom reaksi 2) lebih tinggi daripada nilai ekonomi atom reaksi 1).
c. Reaksi tembaga(II) oksida dengan karbon mempunyai nilai ekonomi atom sebesar 49,80%.
d. Reaksi tembaga(II) sulfida dengan oksigen mempunyai nilai ekonomi atom sebesar 74,27%.
e. Ekstraksi tembaga melalui reaksi 1) menunjukkan efisiensi ekonomi atom yang lebih tinggi daripada reaksi 2).
4. Perhatikan gambar berikut!

Prinsip kimia hijau yang diterapkan dalam pembuatan produk pada gambar tersebut adalah . . . .
a. mencegah terbentuknya limbah
b. menggunakan bahan baku terbarukan
c. meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
d. menghindari derivatisasi dalam reaksi kimia
e. menganalisis secara langsung untuk pencegahan polusi
5. Pelarut yang harus dipilih dalam suatu reaksi sesuai dengan prinsip kimia hijau adalah . . . .
a. pelarut ionik yang memiliki viskositas tinggi
b. pelarut berbasis air yang dapat menyebabkan korosi
c. pelarut dengan titik didih rendah yang mudah menguap
d. pelarut superkritik yang mengurangi limbah dan memungkinkan daur ulang
e. pelarut berbahan dasar alami yang memerlukan banyak energi untuk proses produksinya
6. Pencegahan terbentuknya limbah merupakan salah satu prinsip kimia hijau. Tindakan berikut yang merupakan penerapan dari prinsip
tersebut adalah . . . .
a. membuat biopestisida untuk membasmi organisme pangganggu tanaman
b. memanfaatkan pati umbi talas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol
c. memanfaatkan bulu ayam sebagai bahan pembuatan cip komputer
d. menggunakan bioreduktor dalam sintesis nanopartikel
e. menggunakan baterai isi ulang (rechargeable battery)
7. Perhatikan beberapa tindakan berikut!
1) Membuat pipa paralon bebas timbal.
2) Membuat biodiesel dari minyak jelantah.
3) Menggunakan pupuk anorganik secara terus-menerus.
4) Membuat plastik dari bahan dasar minyak bumi.
Tindakan yang mendukung upaya penerapan prinsip kimia hijau ditunjukkan oleh angka . . . .
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 2) dan 3)
d. 2) dan 4)
e. 3) dan 4)
8. Berdasarkan prinsip kimia hijau, tujuan memilih mekanisme reaksi yang membutuhkan energi paling kecil dalam pengembangan proses kimia
berkelanjutan adalah . . . .
a. untuk meningkatkan hasil reaksi
b. agar reaksi berlangsung lebih lambat
c. agar produk akhir lebih mudah dipisahkah
d. agar dapat menggunakan lebih banyak pelarut
e. untuk mengurangi dampak lingkungan dan biaya energi
9. Salah satu manfaat penerapan prinsip kimia hijau kesebelas dalam proses industri adalah . . . .
a. menggunakan bahan baku secara lebih efisien
b. meningkatkan kecepatan reaksi kimia dan hasil produksi
c. memperbanyak hasil samping dari reaksi kimia yang berlangsung
d. memaksimalkan penggunaan energi dalam proses analisis reaksi kimia
e. mengurangi pembentukan dan pelepasan zat berbahaya yang mencemari lingkungan
10. Tindakan berikut yang sesuai dengan prinsip kimia hijau adalah . . . .
a. meneliti dan membandingkan dampak bagi lingkungan dari berbagai bahan baku sebelum digunakan dalam reaksi
b. menggunakan produk kimia tanpa memperhatikan cara pembuatannya
c. memilih bahan baku yang lebih murah tanpa memikirkan dampaknya
d. mengabaikan aturan keselamatan saat membuat produk baru
e. menggunakan bahan kimia berkualitas tinggi
Kunci Jawaban

