Biologi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan

Ruang diskusi seputar mata pelajaran Biologi. Konten yang sesuai: sistem organ, ekologi, genetika, praktikum Biologi, pertanyaan materi.

A. Interaksi Antarkomponen Ekosistem​


Di dalam ekosistem terjadi interaksi antarkomponen penyusun ekosistem. Interaksi yang terjadi ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Yuk, kenali komponen-komponen penyusun ekosistem dan bentuk interaksi di dalam ekosistem!

1. Komponen Penyusun Ekosistem

Ekosistem tersusun atas komponen biotik dan komponen abiotik. Setiap jenis komponen tersebut akan saling berinteraksi sehingga keseimbangan ekosistem terjaga. Komponen biotik meliputi semua jenis makhluk hidup. Adapun komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang memengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem serta interaksi antar komponen ekosistem, baca artikel komponen penyusun ekosistem melalui tautan berikut


2. Pola Interaksi dalam Ekosistem

Kamu telah mengetahui bahwa setiap komponen dalam suatu ekosistem saling berinteraksi. Interaksi antarkomponen tersebut akan membentuk suatu pola. Bagaimana pola-pola interaksi yang terbentuk dalam ekosistem?

a. Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan

Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dari organisme yang membentuk urutan dan arah tertentu. Rantai makanan menentukan jalur energi dan daur unsur-unsur kimia di alam karena pada makanan terkandung energi dan materi. Berdasarkan organisme yang mengawali, rantai makanan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu rantai makanan perumput, rantai makanan detritus, rantai makanan saprofit, dan rantai makanan parasit. Apa perbedaan keempat jenis rantai makanan tersebut?

Pada umumnya di dalam suatu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan. Suatu produsen dapat dimakan oleh berbagai konsumen
primer. Suatu konsumen primer juga dapat memakan berbagai jenis produsen. Dengan demikian, dalam suatu ekosistem hubungan makan
dan dimakan sangat kompleks, saling berkaitan, dan bercabang sehingga membentuk jaring-jaring makanan. Makin kompleks jaring-jaring makanan yang terbentuk maka makin tinggi pula tingkat kestabilan dari suatu ekosistem. Perhatikan gambar contoh jaring-jaring
makanan berikut.

Contoh jaring-jaring makanan

b. Piramida Ekologi

Organisme yang terlibat dalam rantai makanan meliputi produsen dan konsumen. Konsumen dapat berupa konsumen primer, konsumen sekunder, konsumen tersier, dan konsumen kuarterner. Organisme-organisme tersebut menduduki tingkat-tingkat trofik tertentu.

Produsen selalu menempati tingkat trofik I, konsumen primer menempati tingkat trofik II, konsumen sekunder menempati tingkat trofik III, dan seterusnya. Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Piramida ekologi adalah suatu piramida yang menggambarkan hubungan antara tingkat trofik satu dengan tingkat trofik lain secara kuantitatif pada suatu ekosistem. Perhatikan contoh piramida ekologi berikut.

piramida_ekologi.webp

Pada piramida ekologi, terjadi aliran energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya. Namun, tidak semua energi dapat ditransfer ke tingkat trofik berikutnya. Sebagian energi hilang dalam bentuk panas akibat respirasi, aktivitas metabolisme, dan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna. Hanya sekitar 10% energi yang dapat ditransfer dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya. Energi terbesar terdapat pada tumbuhan (produsen). Pada rantai makanan yang panjang, energi yang tersedia untuk tingkat trofik paling tinggi makin sedikit. Kamu telah mempelajari piramida ekologi. Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai materi tersebut, lakukan kegiatan berikut.

c. Aliran Energi dan Siklus Materi serta Daur Biogeokimia

Proses makan dan dimakan yang terjadi antarorganisme bertujuan untuk memperoleh energi. Jadi, dalam proses makan dan dimakan berlangsung aliran materi dan energi. Dalam aliran energi terjadi perpindahan energi dari komponen-komponen ekosistem. Dalam suatu ekosistem juga berlangsung siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus tersebut dinamakan daur biogeokimia.

 
Terakhir diedit oleh moderator:
Similar content Most view View more

Anggota online

Tak ada anggota yang online sekarang.

Trending content

Back
Top Bottom