Gas CO dianggap lebih berbahaya daripada gas CO₂ karena efeknya langsung mengganggu sistem pernapasan dan transportasi oksigen dalam tubuh. Keberadaan gas CO dapat mengurangi proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin karena hemoglobin memiliki afinitas yang jauh lebih tinggi terhadap CO dibandingkan oksigen. Akibatnya, kadar oksigen dalam tubuh menurun, menyebabkan hipoksia, yang dapat mengakibatkan pingsan, kerusakan organ, hingga kematian. Sementara itu, gas CO₂ tidak berbahaya dalam kadar normal (<0,04% atau 400 ppm di atmosfer), tetapi jika kadarnya meningkat secara signifikan (misalnya dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi), ia dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pusing, dan bahkan kehilangan kesadaran.