- Daftar
- 20 May 2020
- Pesan
- 521
- Solusi
- 182
- Skor reaksi
- 271
- Poin
- 813
Silahkan baca/unduh atau di sini.
Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi murid,.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai makna kokurikuler menurut panduan tersebut:
Sebagai perumpamaan, kerangka pembelajaran ini ibarat sebuah mobil dengan empat roda yang harus berfungsi seimbang. Praktik pedagogis adalah mesin yang menggerakkan, lingkungan pembelajaran adalah rute yang dilalui, kemitraan pembelajaran adalah bahan bakar dari berbagai sumber, dan teknologi digital adalah sistem navigasi canggihnya; jika salah satu roda tidak ada atau bermasalah, maka perjalanan pendidikan murid menuju profil lulusan yang diharapkan akan terhambat.
Definisi
Berdasarkan Panduan Kokurikuler 2025, pengertian kegiatan kokurikuler adalah sebagai berikut:Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi murid,.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai makna kokurikuler menurut panduan tersebut:
- Fungsi Strategis: Kokurikuler merupakan bagian integral yang berperan strategis dalam membentuk kompetensi murid secara utuh, terutama dalam hal penguatan karakter.
- Fleksibilitas: Kegiatan ini memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan belajar murid serta menanamkan nilai-nilai khas yang dimiliki oleh sekolah tersebut.
- Fokus Kompetensi: Pengembangan kompetensi dalam kokurikuler mengacu pada delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
- Metode Pembelajaran: Rancangan kegiatannya bersifat eksperiensial (berbasis pengalaman), langsung, berorientasi pada tindakan, dan berdasarkan keterampilan. Melalui metode ini, murid diajak untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan materi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi mereka.
- Wadah Pertumbuhan: Kokurikuler menjadikan sekolah bukan sekadar tempat belajar teori (di kepala), tetapi juga tempat bagi murid untuk bertumbuh sebagai manusia seutuhnya melalui hati, tangan, dan tindakan nyata.
Komponen
Berdasarkan sumber yang diberikan, kerangka pembelajaran kokurikuler disusun dengan memperhatikan empat komponen penting yang saling terhubung untuk memastikan pengalaman belajar yang mendalam bagi murid. Berikut adalah penjelasan mengenai keempat komponen tersebut:- Praktik Pedagogis: Dalam komponen ini, pendidik berperan sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar. Praktik pedagogis dalam kokurikuler mengutamakan pembelajaran aktif melalui model seperti pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), pembelajaran berbasis penyelidikan (inquiry), dan pembelajaran berbasis masalah. Hal ini memungkinkan murid untuk membangun makna secara mandiri maupun kolaboratif melalui ruang eksplorasi.
- Lingkungan Pembelajaran: Kegiatan kokurikuler mendorong penggunaan ruang belajar yang lebih luas, tidak terbatas hanya di dalam kelas formal. Lingkungan ini mencakup area di sekitar satuan pendidikan, komunitas lokal, hingga ruang digital. Lingkungan yang ideal haruslah aman, terbuka, inklusif, dan menghargai keberagaman cara belajar murid agar pembelajaran dapat dialami secara utuh dan kontekstual.
- Kemitraan Pembelajaran: Komponen ini menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak melalui konsep Catur Pusat Pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media. Kemitraan ini memastikan kegiatan kokurikuler berjalan efektif, berkesinambungan, dan memberikan dampak yang masif bagi perkembangan karakter serta kompetensi murid.
- Pemanfaatan Teknologi Digital: Teknologi digital berfungsi sebagai alat bantu untuk memperluas akses dan memperkaya pengalaman belajar. Dalam kegiatan kokurikuler, teknologi digunakan untuk mencari referensi, mendokumentasikan proses, berkolaborasi jarak jauh, memvisualisasikan ide kreatif, hingga melakukan asesmen dan pertukaran informasi antar guru mengenai perkembangan murid.
Sebagai perumpamaan, kerangka pembelajaran ini ibarat sebuah mobil dengan empat roda yang harus berfungsi seimbang. Praktik pedagogis adalah mesin yang menggerakkan, lingkungan pembelajaran adalah rute yang dilalui, kemitraan pembelajaran adalah bahan bakar dari berbagai sumber, dan teknologi digital adalah sistem navigasi canggihnya; jika salah satu roda tidak ada atau bermasalah, maka perjalanan pendidikan murid menuju profil lulusan yang diharapkan akan terhambat.
Terakhir diedit: