- Daftar
- 23 Aug 2022
- Pesan
- 315
- Solusi
- 124
- Skor reaksi
- 3,653
- Poin
- 343
Selain pada tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada hewan serta manusia. Untuk mengawali pemahamanmu mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada hewan, lakukan kegiatan berikut terlebih dahulu.
Berdasarkan kegiatan tersebut, kamu telah memperoleh gambaran mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan. Seperti pada hewan, manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Untuk memperdalam pengetahuanmu mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada hewan serta manusia, simaklah uraian materi berikut.
1) Tahap Morulasi
Pada perkembangan awal, zigot membelah secara mitosis, yaitu dari 2 sel, 4 sel, 8 sel, dan 32 sel. Pembelahan zigot tersebut akan membentuk suatu wujud yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Morula mengandung banyak sel hasil mitosis yang akan berkumpul menjadi satu kesatuan.
2) Tahap Blastulasi
Pada tahap selanjutnya, morula akan berkembang menjadi blastula yang disebut dengan tahap blastulasi. Morula akan terus melakukan pembelahan mitosis sampai terbentuk suatu rongga pada bagian tengahnya yang disebut blastosol. Sementara itu, embrio pada tahap blastulasi ini disebut dengan blastula.
3) Tahap Gastrulasi
Embrio dari blastula akan membentuk gastrula. Proses pembentukan blastula menjadi gastrula disebut tahap gastrulasi. Terbentuknya gastrula ini ditandai dengan adanya tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Ketiga lapisan tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi organ.
4) Tahap Organogenesis
Tahap organogenesis merupakan proses pembentukan berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan saat proses gastrulasi. Organ-organ yang terbentuk dari ketiga lapisan tersebut sebagai berikut.
a) Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi rambut, sistem saraf, dan sistem indra.
b) Lapisan mesoderm akan berkembang menjadi otot, rangka, alat reproduksi, alat peredaran darah, dan alat ekskresi.
c) Lapisan endoderm akan berkembang menjadi alat pencernaan dan alat pernapasan.
Dengan terbentuknya organ-organ tersebut akan terbentuk embrio yang lengkap dan utuh. Selanjutnya, akan terjadi penyempurnaan embrio menjadi fetus yang siap untuk dilahirkan.
a) Metamorfosis Tidak Sempuma
Metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk pada hewan yang pertumbuhan dan perkembangannya melalui tahap telur, nimfa (hewan muda), dan imago (hewan dewasa). Pada metamorfosis ini, nimfa merupakan hewan muda
yang mirip dengan hewan dewasa, tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, yaitu kecoak, belalang, dan capung. Perhatikan gambar
berikut untuk mengetahui metamorfosis tidak sempurna pada kecoak.
b) Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk pada hewan yang pertumbuhan dan perkembangan secara umum mengalami empat tahap, yaitu telur, larva, kepompong (pupa), dan imago (hewan dewasa). Hewan yang mengalami
metamorfosis ini mempunyai bentuk yang berbeda saat muda (larva) dan saat dewasa (imago). Beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, yaitu kumbang, kupu-kupu, dan nyamuk. Perhatikan gambar berikut untuk mengetahui metamorfosis sempurna pada kumbang.
Selain serangga, katak juga mengalami metamorfosis sempurna.
a) Metagenesis Aurelia aurita
Aurelia aurita mempunyai alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuahan yang berupa zigot akan berkembang menjadi larva bersilia (planula). Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula akan tumbuh menjadi polip muda (skiƩstoma). Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurelia aurita tampak seperti tumpukan piring yang disebut strobila. Kuncup dewasa paling atas akan berkembang menjadi medusa muda (efira). Selanjutnya, efira berkembang menjadi medusa dewasa (Aurelia aurita dewasa).
b) Metagenesis Obelia sp.
Pada siklus hidup Obelia sp., tubuh Obelia sp. terbentuk polip dan medusa. Pada fase polip, Obelia sp. hidup berkoloni dan terikat pada suatu tempat. Obelia sp. mempunyai dua jenis polip, yaitu polip hidrant dan polip gonangium. Polip hidrant berfungsi untuk mengambil dan mencerna makanan. Polip gonangium berperan dalam melakukan perkembangbiakan aseksual dan menghasilkan Obelia sp. dalam bentuk medusa. Sementara itu, pada fase medusa Obelia sp. hidup bebas dan soliter. Pada fase ini merupakan bentuk generatif yang menghasilkan gamet. Daur hidup Obelia sp. dapat dilihat pada gambar.
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia berlangsung melalui fase embrionik maupun fase pascaembrionik. Fase embrionik berlangsung di dalam uterus selama kurang lebih 9 bulan 10 hari. Proses ini disebut gestasi. Selama gestasi, embrio turnbuh dan berkembang menj adi janin hingga j anin siap dilahirkan.
Setelah janin dilahirkan, pertumbuhan dan perkembangan manusia akan memasuki fase pascaembrionik. Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meliputi lima masa, yaitu masa balita (0—5 tahun), masa kanak—kanak
(6 —10 tahun), masa remaja (11—18 tahun), masa dewasa (19—50 tahun), serta masa lanjut usia (5o tahun ke atas).
Perhatikan gambar di samping.
a. Masa Balita
Masa balita merupakan masa awal karena terjadi setelah manusia dilahirkan. Masa balita mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
dan berdasarkan jenis kelamin. KMS digunakan untuk memantau pertumbuhan bayi, mencatat riwayat pelayanan kesehatan bayi, dan memberikan edukasi dalam merawat bayi.
b. Masa Kanak-Kanak
Masa kanak-kanak dikenal sebagai masa bermain dan belajar. Pada masa ini, pertumbuhan maupun perkembangan terjadi dengan pesat. Oleh karena itu, masa kanak-kanak disebut juga golden age. Masa kanak-kanak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
Pada masa remaja, manusia mengalami masa pubertas yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikis, maupun hormonal. Masa remaja mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

d. Masa Dewasa
Pada masa dewasa, manusia mengalami kematangan secara individu serta siap berbagi peran dalam masyarakat bersama orang dewasa lainnya. Masa dewasa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
Masa lanjut usia merupakan masa nonproduktif bagi manusia. Pada masa ini, secara fisik sel-sel tubuh akan mengalami degenerasi serta biasanya akan bersikap seperti kanak-kanak lagi. Masa lanjut usia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan hewan serta manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Nah, untuk memperluas pemahamanmu mengenai faktor-faktor tersebut, simaklah uraian materi berikut.
1) Gen
Gen merupakan substansi atau materi genetik yang diturunkan dari induk kepada keturunannya. Gen memengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi badan, warna kulit, warna rambut, dan bentuk telinga. Hewan atau manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan optimal
sesuai periode pertumbuhan dan perkembangannya.
2) Hormon
Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh bagian tubuh tertentu untuk membantu proses metabolisme tubuh. Hormon pertumbuhan berperan selama masa pertumbuhan. Apabila masa pertumbuhan berakhir, hormon tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Beberapa jenis hormon yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia sebagai berikut.
a) Hormon Pertumbuhan pada Hewan
1) Nutrien
Nutrien merupakan sumber energi yang digunakan oleh hewan dan manusia untuk beraktivitas. Kualitas dan kuantitas nutrien memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan serta manusia. Nutrien yang dibutuhkan oleh manusia antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
2) Air
Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tubuh manusia tersusun atas 70% air. Oleh karena itu, kebutuhan air harus terpenuhi dalam setiap hari. Setiap hari, tubuh membutuhkan kurang lebih 2,5 liter air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
3) Cahaya Matahari
Cahaya matahari memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Salah satu manfaat cahaya matahari bagi manusia adalah mengaktifkan provitamin D pada kulit menjadi vitamin D. Vitamin D berperan dalam proses pembentukan tulang.
4) Oksigen
Manusia dan hewan memerlukan oksigen untuk berespirasi. Respirasi akan menghasilkan energi berupa ATP (adenosine triphosphat) yang akan digunakan dalam proses metabolisme, pertumbuhan, dan aktivitas lainnya.
5) Suhu
Faktor suhu lingkungan dapat memunculkan kemampuan adaptasi makhluk hidup. Sebagai contoh, hewan yang hidup di daerah beriklim dingin memiliki jaringan lemak yang lebih tebal daripada hewan yang hidup di daerah beriklim panas.
Berdasarkan kegiatan tersebut, kamu telah memperoleh gambaran mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan. Seperti pada hewan, manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Untuk memperdalam pengetahuanmu mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada hewan serta manusia, simaklah uraian materi berikut.
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibagi menjadi dua fase, yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik. Kedua fase tersebut dapat dijelaskan seperti berikut.a. Fase Embrionik
Fase embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio sebelum lahir atau menetas. Zigot mempunyai kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, setelah zigot terbentuk akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui fase-fase embrionik. Fase embrionik terdiri atas morulasi, blastulasi, gastrulasi, dan organogenesis.1) Tahap Morulasi
Pada perkembangan awal, zigot membelah secara mitosis, yaitu dari 2 sel, 4 sel, 8 sel, dan 32 sel. Pembelahan zigot tersebut akan membentuk suatu wujud yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Morula mengandung banyak sel hasil mitosis yang akan berkumpul menjadi satu kesatuan.
2) Tahap Blastulasi
Pada tahap selanjutnya, morula akan berkembang menjadi blastula yang disebut dengan tahap blastulasi. Morula akan terus melakukan pembelahan mitosis sampai terbentuk suatu rongga pada bagian tengahnya yang disebut blastosol. Sementara itu, embrio pada tahap blastulasi ini disebut dengan blastula.
3) Tahap Gastrulasi
Embrio dari blastula akan membentuk gastrula. Proses pembentukan blastula menjadi gastrula disebut tahap gastrulasi. Terbentuknya gastrula ini ditandai dengan adanya tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Ketiga lapisan tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi organ.
4) Tahap Organogenesis
Tahap organogenesis merupakan proses pembentukan berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan saat proses gastrulasi. Organ-organ yang terbentuk dari ketiga lapisan tersebut sebagai berikut.
a) Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi rambut, sistem saraf, dan sistem indra.
b) Lapisan mesoderm akan berkembang menjadi otot, rangka, alat reproduksi, alat peredaran darah, dan alat ekskresi.
c) Lapisan endoderm akan berkembang menjadi alat pencernaan dan alat pernapasan.
Dengan terbentuknya organ-organ tersebut akan terbentuk embrio yang lengkap dan utuh. Selanjutnya, akan terjadi penyempurnaan embrio menjadi fetus yang siap untuk dilahirkan.
b. Fase Pascaembrionik
Fase pascaembrionik dimulai sejak hewan menetas atau lahir. Selama fase pascaembrionik, beberapa jenis hewan ada yang mengalami metamorfosis dan metagenesis dalam pertumbuhan serta perkembangannya.1) Metamorfosis
Metamorfosis merupakan perubahan bentuk pada hewan secara bertahap. Perubahan bentuk ini terjadi semasa hidupnya. Metamorfosis dibedakan menjadi dua macam, yaitu metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna.a) Metamorfosis Tidak Sempuma
Metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk pada hewan yang pertumbuhan dan perkembangannya melalui tahap telur, nimfa (hewan muda), dan imago (hewan dewasa). Pada metamorfosis ini, nimfa merupakan hewan muda
yang mirip dengan hewan dewasa, tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, yaitu kecoak, belalang, dan capung. Perhatikan gambar
berikut untuk mengetahui metamorfosis tidak sempurna pada kecoak.
b) Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk pada hewan yang pertumbuhan dan perkembangan secara umum mengalami empat tahap, yaitu telur, larva, kepompong (pupa), dan imago (hewan dewasa). Hewan yang mengalami
metamorfosis ini mempunyai bentuk yang berbeda saat muda (larva) dan saat dewasa (imago). Beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, yaitu kumbang, kupu-kupu, dan nyamuk. Perhatikan gambar berikut untuk mengetahui metamorfosis sempurna pada kumbang.
Selain serangga, katak juga mengalami metamorfosis sempurna.
2) Metagenesis
Metagenesis merupakan pergiliran keturunan dari generasi gametoƩt ke generasi sporofit atau sebaliknya. Hewan yang mengalami metagenesis akan mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase kehidupan yang bereproduksi secara seksual dan aseksual. Beberapa hewan yang mengalami metagenesis, misalnya Aurelia aurita dan Obelia sp.a) Metagenesis Aurelia aurita
Aurelia aurita mempunyai alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuahan yang berupa zigot akan berkembang menjadi larva bersilia (planula). Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula akan tumbuh menjadi polip muda (skiƩstoma). Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurelia aurita tampak seperti tumpukan piring yang disebut strobila. Kuncup dewasa paling atas akan berkembang menjadi medusa muda (efira). Selanjutnya, efira berkembang menjadi medusa dewasa (Aurelia aurita dewasa).
b) Metagenesis Obelia sp.
Pada siklus hidup Obelia sp., tubuh Obelia sp. terbentuk polip dan medusa. Pada fase polip, Obelia sp. hidup berkoloni dan terikat pada suatu tempat. Obelia sp. mempunyai dua jenis polip, yaitu polip hidrant dan polip gonangium. Polip hidrant berfungsi untuk mengambil dan mencerna makanan. Polip gonangium berperan dalam melakukan perkembangbiakan aseksual dan menghasilkan Obelia sp. dalam bentuk medusa. Sementara itu, pada fase medusa Obelia sp. hidup bebas dan soliter. Pada fase ini merupakan bentuk generatif yang menghasilkan gamet. Daur hidup Obelia sp. dapat dilihat pada gambar.
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia berlangsung melalui fase embrionik maupun fase pascaembrionik. Fase embrionik berlangsung di dalam uterus selama kurang lebih 9 bulan 10 hari. Proses ini disebut gestasi. Selama gestasi, embrio turnbuh dan berkembang menj adi janin hingga j anin siap dilahirkan.
Setelah janin dilahirkan, pertumbuhan dan perkembangan manusia akan memasuki fase pascaembrionik. Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meliputi lima masa, yaitu masa balita (0—5 tahun), masa kanak—kanak
(6 —10 tahun), masa remaja (11—18 tahun), masa dewasa (19—50 tahun), serta masa lanjut usia (5o tahun ke atas).
Perhatikan gambar di samping.
a. Masa Balita
Masa balita merupakan masa awal karena terjadi setelah manusia dilahirkan. Masa balita mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- Kemampuan fisik berkembang pesat. Anggota tubuh yang semula lemah dan berukuran kecil menjadi makin besar dan kuat.
- Kemampuan motorik mulai berkembang dimulai dari tengkurap, merangkak, merambat, berjalan, dan berlari.
- Kemampuan komunikasi mulai berkembang, misalnya tertawa, berteriak, melafalkan suatu kata, mengoceh, dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
- Kemandirian mulai terbentuk, seperti mengambil makanan tanpa bantuan, minum menggunakan gelas, makan sendiri dengan alat makan, dan mengenakan baju sendiri.
dan berdasarkan jenis kelamin. KMS digunakan untuk memantau pertumbuhan bayi, mencatat riwayat pelayanan kesehatan bayi, dan memberikan edukasi dalam merawat bayi.
b. Masa Kanak-Kanak
Masa kanak-kanak dikenal sebagai masa bermain dan belajar. Pada masa ini, pertumbuhan maupun perkembangan terjadi dengan pesat. Oleh karena itu, masa kanak-kanak disebut juga golden age. Masa kanak-kanak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- Mampu merekam dalam ingatan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
- Mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
- Keinginan untuk memiliki barang milik orang lain.
- Mulai mengenal hal-hal yang baik dan buruk.
- Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
- Emosi masih berubah-ubah.
Pada masa remaja, manusia mengalami masa pubertas yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikis, maupun hormonal. Masa remaja mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- emosional secara cepat pada awal masa remaja (masa storm and stress) akibat perubahan hormonal dalam tubuhnya.
- yang cepat secara Ʃsik, misalnya perubahan sistem pencernaan, perubahan tinggi badan dan berat badan, serta mulai berfungsinya organ-organ reproduksi.
- Terjadi perubahan dalam ketertarikan terhadap sesuatu. Perubahan ketertarikan tersebut disebabkan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja.
- Perubahan dalam hubungan dengan orang lain. Pada masa ini, remaja mulai tertarik bergaul dengan lawan jenis.
- Bersikap ambivalen (peragu) dalam menghadapi perubahan yang terjadi.
- Emosi yang masih labil dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
- Suka mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
- Memiliki sikap imitating (senang meniru) Ʃgur atau tokoh yang dikagumi.

d. Masa Dewasa
Pada masa dewasa, manusia mengalami kematangan secara individu serta siap berbagi peran dalam masyarakat bersama orang dewasa lainnya. Masa dewasa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- Keadaan fisik relatif stabil.
- Telah matang secara emosional.
- Mempunyai rasa bertanggung jawab.
- Dalam mengambil keputusan lebih tenang dan bijaksana.
- Perkembangan otot dan otak telah mencapai puncaknya.
- Organ reproduksi telah tumbuh dan berkembang dengan sempurna.
- Orientasi ketertarikan terhadap lawan jenis lebih mengarah pada persiapan untuk berumah tangga dan melanjutkan keturunan.
Masa lanjut usia merupakan masa nonproduktif bagi manusia. Pada masa ini, secara fisik sel-sel tubuh akan mengalami degenerasi serta biasanya akan bersikap seperti kanak-kanak lagi. Masa lanjut usia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- Terjadi penurunan fungsi organ-organ tubuh, misalnya berkurangnya kemampuan mendengar dan melihat.
- Gerakan menjadi lambat karena persendian kaku dan tulang keropos (osteoporosis).
- Tubuh cepat letih dan daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun.
- Kadang bertingkah seperti anak kecil untuk menarik perhatian.
- Perempuan yang telah memasuki masa lanjut usia akan mengalami menopause (berhentinya haid karena organ reproduksi tidak mampu menghasilkan ovum yang matang).
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan serta Manusia
Dalam pertumbuhan dan perkembangan hewan serta manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Nah, untuk memperluas pemahamanmu mengenai faktor-faktor tersebut, simaklah uraian materi berikut.
a. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam tubuh hewan atau manusia itu sendiri. Faktor internal terdiri atas gen dan hormon.1) Gen
Gen merupakan substansi atau materi genetik yang diturunkan dari induk kepada keturunannya. Gen memengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi badan, warna kulit, warna rambut, dan bentuk telinga. Hewan atau manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan optimal
sesuai periode pertumbuhan dan perkembangannya.
2) Hormon
Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh bagian tubuh tertentu untuk membantu proses metabolisme tubuh. Hormon pertumbuhan berperan selama masa pertumbuhan. Apabila masa pertumbuhan berakhir, hormon tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Beberapa jenis hormon yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia sebagai berikut.
a) Hormon Pertumbuhan pada Hewan
- Hormon tiroksin berfungsi mengendalikan pertumbuhan hewan dan merangsang dimulainya proses metamorfosis.
- Hormon somatomedin berfungsi merangsang pertumbuhan tulang.
- Hormon ekdison dan juvenil berfungsi memengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata.
- Hormon tiroksin berfungsi memengaruhi proses metabolisme, pertumbuhan fisik, menurunkan kadar kalsium (Ca) dalam darah, dan memengaruhi perkembangan mental.
- Hormon somatotropin (GH/growth hormone) berfungsi merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak serta merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
- Hormon testosteron berfungsi mengatur perkembangan organ reproduksi dan merangsang munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
- Hormon estrogen berfungsi mengatur perkembangan organ reproduksi dan merangsang munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada perempuan.
- Hormon progesteron berfungsi membantu dalam penebalan dan perbaikan dinding uterus pada wanita.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh hewan atau manusia. Beberapa faktor eksternal tersebut di antaranya nutrien, air, cahaya matahari, oksigen, dan suhu.1) Nutrien
Nutrien merupakan sumber energi yang digunakan oleh hewan dan manusia untuk beraktivitas. Kualitas dan kuantitas nutrien memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan serta manusia. Nutrien yang dibutuhkan oleh manusia antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
2) Air
Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tubuh manusia tersusun atas 70% air. Oleh karena itu, kebutuhan air harus terpenuhi dalam setiap hari. Setiap hari, tubuh membutuhkan kurang lebih 2,5 liter air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
3) Cahaya Matahari
Cahaya matahari memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Salah satu manfaat cahaya matahari bagi manusia adalah mengaktifkan provitamin D pada kulit menjadi vitamin D. Vitamin D berperan dalam proses pembentukan tulang.
4) Oksigen
Manusia dan hewan memerlukan oksigen untuk berespirasi. Respirasi akan menghasilkan energi berupa ATP (adenosine triphosphat) yang akan digunakan dalam proses metabolisme, pertumbuhan, dan aktivitas lainnya.
5) Suhu
Faktor suhu lingkungan dapat memunculkan kemampuan adaptasi makhluk hidup. Sebagai contoh, hewan yang hidup di daerah beriklim dingin memiliki jaringan lemak yang lebih tebal daripada hewan yang hidup di daerah beriklim panas.
Terakhir diedit: