Secara umum, fenomena atau proses berkurangnya variasi kehidupan di dalam suatu ekosistem disebut sebagai
Penurunan Keanekaragaman Hayati (bahasa Inggris:
Biodiversity Loss).
Jika pada tahap akhir proses di mana suatu spesies hilang sepenuhnya, proses tersebut dinamakan
Kepunahan (
Extinction).
Namun, ada beberapa proses spesifik yang menjadi penyebab utama pengurangan ini. Dalam biologi konservasi, proses-proses ini sering diringkas dengan akronim
HIPPO:
1. Hilangnya dan Fragmentasi Habitat (Habitat Loss)
Ini adalah penyebab terbesar. Proses ini terjadi ketika lingkungan alami (seperti hutan atau lahan basah) diubah menjadi lahan pertanian, perkebunan sawit, perkotaan, atau pertambangan.
Fragmentasi memecah habitat menjadi bagian-bagian kecil yang terisolasi, membuat spesies sulit bertahan hidup atau berkembang biak.
2. Spesies Invasif (Invasive Species)
Proses masuknya spesies asing (bukan asli) ke dalam suatu ekosistem baru,misalnya ikan sapu-sapu. Spesies ini sering kali tidak memiliki predator alami di tempat baru tersebut, sehingga populasinya meledak dan memangsa atau berkompetisi dengan spesies asli hingga spesies asli tersebut tersingkir.
3. Polusi (Pollution)
Pencemaran udara, air, dan tanah mengubah kondisi kimiawi lingkungan sehingga tidak lagi cocok bagi kehidupan spesies tertentu. Contoh umumnya adalah
Eutrofikasi (pengayaan nutrisi berlebih di air yang menyebabkan ledakan alga dan mematikan ikan).
4. Populasi Manusia (Population Growth)
Pertumbuhan populasi manusia yang cepat meningkatkan permintaan akan ruang dan sumber daya alam, yang mempercepat konversi lahan dan eksploitasi alam.
5. Eksploitasi Berlebihan (Overexploitation)
Proses pengambilan sumber daya alam hayati lebih cepat daripada kemampuan alam untuk memulihkannya. Contoh prosesnya adalah:
- Overfishing: Penangkapan ikan berlebih.
- Perburuan liar: Memburu hewan untuk diperdagangkan atau dikonsumsi hingga jumlahnya kritis.
Istilah Teknis Lainnya:
Ada juga istilah
Homogenisasi Biotik (
Biotic Homogenization). Ini adalah proses di mana ekosistem-ekosistem yang berbeda mulai terlihat sama karena spesies lokal yang unik punah dan digantikan oleh spesies yang sama di mana-mana (biasanya spesies invasif atau spesies yang sangat adaptif terhadap manusia, seperti tikus atau merpati).