AI generatif (GenAI) bekerja sebagai sistem prediksi pola statistik yang sangat canggih, bukan melalui pemahaman atau penalaran seperti manusia. Berikut adalah penjelasan mengenai cara kerjanya:
Sumber:
- Prediksi "Token" Berikutnya: Sebagian besar alat GenAI berbasis teks didukung oleh model bahasa besar (Large Language Models atau LLM). Model ini membangun respons dengan cara menghitung dan memprediksi "token" (bagian dari kata) berikutnya yang paling mungkin muncul dalam suatu urutan.
- Belajar dari Data Masif: Selama proses pelatihan, GenAI mempelajari dataset dalam skala besar (seperti buku, artikel, dan situs web) untuk mengidentifikasi pola statistik, termasuk kata, frasa, dan struktur bahasa mana yang cenderung muncul bersamaan.
- Perhitungan Probabilitas: LLM adalah sistem matematika yang mengandung miliaran parameter. Sistem ini menggunakan parameter tersebut untuk menghitung probabilitas setiap opsi kata berikutnya dan memilih yang paling sesuai berdasarkan pola yang telah dipelajarinya.
- Elemen Keacakan (Temperature): Proses prediksi ini melibatkan "keacakan terkendali" yang sering disebut sebagai temperature. Hal inilah yang menyebabkan perintah (prompt) yang sama dapat menghasilkan jawaban yang berbeda-beda.
- Bukan Pengambilan Fakta (Retrieval): Berbeda dengan mesin pencari yang mengambil informasi atau fakta yang sudah ada, GenAI menghasilkan konten baru melalui prediksi tersebut. Karena hanya mengandalkan probabilitas statistik dan bukan kebenaran faktual, GenAI dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan namun sebenarnya salah, yang dikenal sebagai halusinasi.
Sumber: