Gonore dan Sifilis adalah penyakit menular yang berasal dari sebab yang berbeda. Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Gonore; sedangkan bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis.
Gejala
Beberapa gejala yang dapat timbul pada penderita yaitu:
# Pada wanita:
Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan dan mengurangi risiko terjadinya Gonore, yaitu:
Sehabis Pasien dipastikan telah positif Gonore hal-hal yang biasanya dianjurkan oleh dokter pada pasien guna memberi perawatan intensif pada masa penyembuhan pasien antara lain.
Gejala
Gejala pada penderita penyakit menular seksual Sifilis ini terbagi dalam lima tahapan gejala yaitu; Primer, Sekunder, Laten, Tersier, dan Kongenital.
# Sifilis Primer
Pada masa ini biasanya muncul beberapa luka setelah 10 sampai 90 hari terinfeksi bakteri penyebab dan memerlukan 3 sampai 6 minggu untuk pemulihan.
# Sifilis Sekunder
Jenis ini muncul setelah luka menghilang dengan timbulnya ruam di seluruh bagian tubuh dan disertai dengan flu, rasa letih, sakit kepala, nyeri pada persendian dan demam yang menandakan infeksi berlanjut ke tahap selanjutnya.
# Sifilis Laten
Setelah pada tahap sebelumnya muncul beberapa gejala pada pasien, tahap ini terjadi tanpa gejala dalam 12 bulan pertama namun, infeksi masih mungkin terjadi dan jika tidak segera ditangani maka kondisi ini akan berlanjut pada tahap tersier.
# Sifilis Tersier
Ini adalah jenis yang paling berbahaya. Gejala yang terjadi dipengaruhi oleh bagian tubuh yang menjadi tempat masuk bakteri sifilis. Jenis tersier memberi dampak pada jantung, mata, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan hati. Hal ini menyebabkan penderita mengalami kebutaan, penyakit jantung dan juga stroke.
# Sifilis Kongenital
Jika Jenis ini di alami oleh wanita hamil maka janin pada wanita hamil juga akan tertular oleh bakteri penyebab infeksi sifilis. Namun, risiko tersebut dapat dikurangi sebelum usia janin memasuki 4 bulan, jika penanganannya terlambat maka risiko komplikasi dapat terjadi yang menyebabkan beberap risiko, seperti keguguran, penularan sifilis pada bayi lahir, dan hilangnya nyawa pada bayi lahir.
Pencegahan
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk terhindar dari infeksi penyakit ini, yaitu:
Pengobatan pada tahap primer dan sekunder, diberikan antibiotik melalui suntikan yang biasanya bisa dilakukan selama kurang lebih 14 hari. Sedangkan pada sifilis tersier dan wanita hamil, masa pengobatan mungkin akan lebih lama dibandingkan dengan tahap primer ataupun sekunder, pengobatan dengan antibiotik berikan melalui infus. Akan dilakukan tes darah untuk memastikan infeksi telah sembuh dengan total, setelah pengobatan antibiotik.
Gonore
Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular yang bisa terjadi pada pria ataupun wanita. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae atau Gonococcus.Gejala
Beberapa gejala yang dapat timbul pada penderita yaitu:
# Pada wanita:
- Sensasi nyeri ataupun terbakar ketika buang air kecil.
- Meningkatknya keputihan.
- Pendarahan organ intim.
- Timbulnya cairan kental dan berwarna kuning atau hijau dari vagina.
- Sensasi terbakar ketika buang air kecil.
- Keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau dari jalan kencing.
- Testis terasa nyeri dan bengkak.
- Gatal pada daerah dubur.
- Pendarahan.
- Gerakan usus yang terasa menyakitkan.
- Sakit pada tenggorokan
- Peradangan atau kemerahan di tenggorokan.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan dan mengurangi risiko terjadinya Gonore, yaitu:
- Jangan berzina.
- Lakukan screaning infeksi menular secara teratur.
- Tes darah. Tes ini bertujuan untuk mengetahui infeksi bakteri ketika sudah menyebar ke dalam darah.
- Pemeriksaan sampel cairan. Metode ini dilakukan dengan menyeka area yang diperkirakan terkena infeksi bakteri penyebab Gonore, seperti organ intim, tenggorokan, atau dubur.
- Tes Urine. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi bakteri di area uretra pengidap.
Sehabis Pasien dipastikan telah positif Gonore hal-hal yang biasanya dianjurkan oleh dokter pada pasien guna memberi perawatan intensif pada masa penyembuhan pasien antara lain.
- Suntikan antibiotik dan obat oral
- Tidak melakukan hubungan sementara waktu
- Melakukan pemeriksaan 2 minggu 1× sampai dinyatakan negatif gonore.
Sifilis
Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Traponema Pallidum yang menyebabkan pasien penderitanya merasakan beberapa gejala selama beberapa tahap.Gejala
Gejala pada penderita penyakit menular seksual Sifilis ini terbagi dalam lima tahapan gejala yaitu; Primer, Sekunder, Laten, Tersier, dan Kongenital.
# Sifilis Primer
Pada masa ini biasanya muncul beberapa luka setelah 10 sampai 90 hari terinfeksi bakteri penyebab dan memerlukan 3 sampai 6 minggu untuk pemulihan.
# Sifilis Sekunder
Jenis ini muncul setelah luka menghilang dengan timbulnya ruam di seluruh bagian tubuh dan disertai dengan flu, rasa letih, sakit kepala, nyeri pada persendian dan demam yang menandakan infeksi berlanjut ke tahap selanjutnya.
# Sifilis Laten
Setelah pada tahap sebelumnya muncul beberapa gejala pada pasien, tahap ini terjadi tanpa gejala dalam 12 bulan pertama namun, infeksi masih mungkin terjadi dan jika tidak segera ditangani maka kondisi ini akan berlanjut pada tahap tersier.
# Sifilis Tersier
Ini adalah jenis yang paling berbahaya. Gejala yang terjadi dipengaruhi oleh bagian tubuh yang menjadi tempat masuk bakteri sifilis. Jenis tersier memberi dampak pada jantung, mata, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan hati. Hal ini menyebabkan penderita mengalami kebutaan, penyakit jantung dan juga stroke.
# Sifilis Kongenital
Jika Jenis ini di alami oleh wanita hamil maka janin pada wanita hamil juga akan tertular oleh bakteri penyebab infeksi sifilis. Namun, risiko tersebut dapat dikurangi sebelum usia janin memasuki 4 bulan, jika penanganannya terlambat maka risiko komplikasi dapat terjadi yang menyebabkan beberap risiko, seperti keguguran, penularan sifilis pada bayi lahir, dan hilangnya nyawa pada bayi lahir.
Pencegahan
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk terhindar dari infeksi penyakit ini, yaitu:
- Menghindari konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obat terlarang.
- Berhenti berhubungan dalam jangka waktu yang lama atau ditentukan.
- Mendiskusikan riwayat penyakit kelamin yang di alami kepada pasangan secara terbuka.
- Jangan berzina.
Pengobatan pada tahap primer dan sekunder, diberikan antibiotik melalui suntikan yang biasanya bisa dilakukan selama kurang lebih 14 hari. Sedangkan pada sifilis tersier dan wanita hamil, masa pengobatan mungkin akan lebih lama dibandingkan dengan tahap primer ataupun sekunder, pengobatan dengan antibiotik berikan melalui infus. Akan dilakukan tes darah untuk memastikan infeksi telah sembuh dengan total, setelah pengobatan antibiotik.
Terakhir diedit oleh moderator: