- Daftar
- 20 May 2020
- Pesan
- 506
Hai apa kabar Anda hari ini?
Nah kali ini kita akan belajar mengenai sistem pencernaan manusia. Apa saja organ-organ yang menyusun sistem pencernaan manusia? Ayo kita belajar bersama untuk mengetahuinya.
Di dalam sistem pencernaan terjadi proses pencernaan makanan. Proses ini melibatkan alat-alat pencernaan alat-alat pencernaan manusia yang terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Sementara kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang dibutuhkan dalam proses pencernaan. Kelenjar pencernaan terdapat di mulut lambung usus halus pankreas dan hati.
Saluran pencernaan manusia yang pertama yaitu mulut. Di dalam mulut terjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis karena membantu memotong makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
Lidah berfungsi membantu mencampur dan menelan makanan mempertahankan makanan agar berada di antara gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah serta sebagai alat pengecap makanan.
Adapun kelenjar ludah berfungsi menyekresikan saliva atau air liur yang mengandung enzim ptialin yang dapat mengubah amilum atau polisakarida menjadi maltosa atau disakarida. Oleh karena itu mulut juga disebut sebagai kelenjar pencernaan karena menghasilkan enzim ptyalin.
Selanjutnya makanan akan masuk ke kerongkongan. Organ ini berfungsi sebagai jalan bolus atau gumpalan makanan dari mulut menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik oleh otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Setelah itu sampailah makanan di lambung.
Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis terjadi karena adanya kontraksi otot lambung mengakibatkan bolus atau gumpalan makanan tercampur dan teraduk menjadi bubur.
Sementara itu pencernaan kimiawi berlangsung dengan bantuan getah lambung. Getah lambung mengandung berbagai jenis zat seperti asam lambung atau HCL, enzim pepsin, enzim renin, dan hormon gastrin. Oleh karena menghasilkan beberapa jenis enzim, lambung juga disebut sebagai kelenjar pencernaan.
Setelah makanan mengalami pencernaan di lambung makanan akan dicerna di usus halus. Usus halus terdiri atas tiga bagian yaitu usus 12 jari atau duodenum, usus kosong atau jejunum, dan usus penyerapan. Di dalam usus 12 jari bermuara dua saluran yaitu dari pankreas dan kantong empedu. Kantong empedu berisi cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dan berguna untuk mengemulsikan lemak. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang bersifat basa yang mengandung beberapa jenis enzim seperti amilase, tripsinogen, dan lipase. Oleh karena itu usus halus hati dan pankreas juga sebagai kelenjar.
Di dalam usus kosong makanan mengalami pencernaan kimiawi oleh enzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di dinding usus. Enzim-enzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang dapat di dinding usus misalnya enterokinase, laktase, erepsin, maltase, dan peptidase. Enzim-enzim ini berperan penting dalam tahap akhir pencernaan, memecah molekul-molekul makanan yang lebih kompleks menjadi bentuk yang dapat diserap tubuh.
Lalu bagaimana proses yang terjadi di dalam usus penyerapan? Di dalam usus penyerapan terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut vili. Bagian yang berfungsi memperluas permukaan usus sehingga proses penyerapan zat makanan akan lebih sempurna.
Zat makanan berupa glukosa, asam amino, vitamin yang larut dalam air, mineral, dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam villi kemudian diangkut menuju hati melalui pembuluh darah. Zat makanan berupa asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak akan diangkut melalui pembuluh lakteal yaitu pembuluh getah bening atau limfoma. Selanjutnya makanan akan dicerna di usus besar.
Usus besar terjadi proses pembusukan sisa makanan menjadi feses oleh bakteri Escherichia colli atau biasa disebut bakteri ecoli. Selain membusukkan sisa makanan bakteri ecoli juga menghasilkan vitamin K dan vitamin B12.
Di dalam usus besar juga terjadi proses penyerapan air di bagian akhir usus besar yang disebut rektum. Di rektum tidak lagi terjadi penyerapan air. Rektum dapat berkontraksi sehingga menimbulkan defekasi. Defekasi adalah pengeluaran zat-zat sisa makanan melalui anus.
Nah, Anda sudah paham bukan tentang alat-alat pencernaan pada tubuh manusia?
Agar proses pencernaan makanan berjalan dengan baik Anda harus selalu menjaga kesehatan alat-alat pencernaan. Salah satu caranya yaitu mengonsumsi makanan bergizi.
Struktur permukaan bagian dalam dan luar usus halus

Klik pada gambar untuk memperbesar.